Wisata Bahari Lamongan(WBL) Ternyata Masih Asyik

Alhamdulillah, UAS yang berlangsung 3 hari ini selesai. Kalau dipikir, ini adalah UAS tersingkat sejak aku dikelas 2 SD. Entah ada angin apa, mungkin stres karena UAS, anak-anak tiba-tiba ngajak nge-realisasi-in jalan-jalan ke salah satu rumah teman sekelas di Lamongan sekalian ke Wisata Bahari Lamongan(WBL). Awalnya sih belasan orang yang berwacana untuk ikut, namun biasalah karena ada halangan ini itu, tinggal 7 orang yang bertahan di hari-H. Berbekal niat nekat, aku beserta 7 temanku tadi akhirnya berangkat ke Lamongan menggunakan sepeda motor.

Rencana awal berangkat pukul 7 pagi dari kampus molor 1 jam sehingga sekitar jam 8an kami baru berangkat. Tujuan pertama kami adalah rumah teman sekelas kami yang ada di Lamongan. Melewati jalur tengkorak Surabaya-Gresik kemudian lurus ke arah barat menuju Lamongan Kota, perjalanan dengan sepeda motor ditempuh dengan waktu kurang lebih 2 jam. Sampai di Lamongan kota tenyata rumah temanku tadi masih terus ke arah barat hingga pada akhirnya belok kanan melewati jalur pedesaan menuju ke kecamatan Sekaran.

Di kecamatan ini-lah rumah temanku tadi. Kami berhenti sebentar untuk istirahat. Sebenarnya jika lewat rumah temanku ini, rute yang ditempuh ke WBL malah semakin jauh, namun gak papa lah, bisa silaturahmi plus dapat sarapan gratis Soto Lamongan. :) .

Setelah satu jam-an berhenti di rumah temanku tadi, kami melanjutkan perjalanan ke utara menuju WBL. Jalur yang ditempuh kali ini agak berbukit-bukit namun tidak terlalu tajam. Untungnya kondisi jalan lumayan bagus, beberapa titik malah ada yang berlapiskan beton. Ternyata jalur dari Sekaran ini jika terus ke utara akan tembus Pasar Paciran. Kami kemudian belok kanan melintasi jalur Pantai Utara(Pantura). Dari sini WBL tidak jauh lagi, tinggal sekitar 5 km-an. WBL letaknya persis di pinggir pantai. Lebih tepatnya lagi di tanjung kodok. Beberapa orang sih ada yang nyebut area wisata di pantai utara ini sebagai Jatim Park II. Mungkin karena pengelolanya sama kali sehingga disebut Jatim Park I, II dst..
Wisata Bahari Lamongan (WBL)
Sampai di lokasi tersebut, matahari sudah ada di ubun-ubun. Adzan Dzuhur berkumandang dari Masjid yang terletak di bagian barat WBL. Kami menyempatkan sholat dulu sebelum masuk. Tiket masuk orang dewasa ke WBL pada hari biasa adalah Rp. 55.000 dan untuk anak-anak diapatok Rp. 30.000. Suasana saat itu, pengunjung WBL tidak terlalu ramai serta cuaca super cerah. Dan memang kondisi ini yang kami harapkan. Teringat dulu pas tamasya SD, udah hampir 10 tahun yang lalu ke tempat ini pas hari libur, wuaah, rame banget, tidak bisa menikmati wahana apapun. Antrean wahana mengular super panjang. Apalagi dulu ditambah cuaca badai halilintar yang membuat banyak wahana tutup.

Kami berdelapan masuk ke area WBL. Dua orang petugas berjaga di depan pintu masuk sembari memasangkan gelang tiket di pergelangan tangan kami. Satu per satu wahana kami cicipi. Dimulai dari rumah kucing, bioskop 3D, rumah sakit hantu, rumah boneka, rumah serangga, hingga jetcoster.

Agak salah naik wahana, aku yang takut ketinggian naik "Ranger" yang ku kira kora-kora biasa. Wahana tersebut ternyata muter 360 derajad, Parahnya lagi, beberapa saat malah stuck diatas. Alhasil, aku cuma merem sambil menangis berdoa sandal yang aku pake tidak jatuh dan penderitaan ini segera berakhir. T.T

Beberapa wahana ketika pertama kali masuk WBL
Semua wahana yang terlihat kami coba(kecuali yang ekstrim2 buat aku pastinya NO). Tak ada antrean panjang, semuanya bisa langsung masuk. Mungkin yang agak ngantri dikit pas naik bom-bom car. Oh iya, peringatan! Jangan sekali-kali masuk wahana "Permainan air" kalau tidak mau pas keluar pakaian yang dipake udah dilaundry cuci basah. Dan yeee... Akhirnya tiba juga di wahana wajib "kolam renang". Walaupun gak bisa renang yang penting bisa slulap slulup gak jelas sambil main-main air. Sayang prosotan yang dewasa lagi tutup. hehehe...

Puas main di kolam renang agenda terakhir tentu saja "foto-foto", pihak pengelola rupanya paham sekali dengan kebutuhan pokok yang satu ini. Banyak spot foto yang tersedia, mulai dari patung-patung tanpa kepala hingga semut tarik tambang. Spot terfavorit tentu saja yang berada tepat pinggir pantai. Disana tersedia pigura-pigura yang bergantungan dengan background ombak pantai utara yang menghempas karang batu kodok. Keren dan cocok banget buat ngeksis foto-foto.

Karena keterbatasan waktu, kami gagal mencoba seluruh wahana yang ada. Pukul 16.30 pusat informasi memberitahukan bahwa WBL akan tutup. Duh, sayang banget, padahal masih banyak yang belum dicoba. Sebelum keluar, kami sholat Ashar dulu di mushola dekat batu kodok yang biasanya buat ngeliat hilal.
Batu Kodok dengan Ombak Pantai Utara
Tak berlama-lama, kami balik ke Surabaya, sampai di Sukodadi kami berpisah dengan temanku yang rumahnya Sekaran, Lamongan tadi. Sampai di Lamongan kota, nyempatin sebentar beli makanan khas Lamongan Wingko Babat kemudian langsung cus balik ke timur. Sebelum sampai ke Surabaya, singgah lagi di rumah teman kami di kawasan Gresik Kota Baru(GKB). Lumayan... Dapat makan gratis lagi, Nasi Krawu++ hahahaha...

Rute Tour ke Lamongan