For the First Time Makan Ramen

Cuma gara-gara tergiur foto sushi yang dipost sama akun @kizuna_sushi_bar_cafe di Instagram, beberapa temenku kuliah maksa buat ikut makan di cafe Jepang yang baru buka beberapa minggu tersebut.
Sebenarnya seh suer aku gak niat buat ikut. Selain terkesan glamor :p karena makan aja harus di cafe, juga karena aku jelas-jelas gak terlalu suka makan-makanan dari makhluk hidup yang habitatnya di air apalagi mentah seperti sushi. Gak lucu dong kalau aku malah muntah di tempat nantinya. Tapi apa daya, pemaksaan oleh temenku begitu kuat, hingga akhirnya aku kebujuk juga.

Lokasinya, ada yang outdoor ada juga yang di dalem rumah
Foto diambil dari Instagram @kizuna_sushi_bar_cafe
Kizuna Sushi Bar and Cafe ini letaknya di jalan Melati no 11, Surabaya. Yang nggak tahu jalan Melati itu mana, dari arah selatan stasiun Gubeng Lama, terus aja ke utara sampai setelahnya Grand City ada jalan ke ke kiri. Nah disitu letaknya jalan Melati.

Dari luar, cafe ini sebenarnya hanyalah rumah komplek biasa, namun berkat kreatifnya si pemilik usaha disulap menjadi cafe cantik bernuansa Jepang. Sampai di cafe ini ternyata pengunjungnya rame banget, padahal katanya baru buka beberapa minggu. Mungkin para pengunjung disini sama kayak temen-temenku tadi yang jadi korban foto instagram.

Buka menu, astagfirullah!! harganya lumayan mahal juga buat anak kosan, minuman yang paling murah yaitu teh anget aja harganya 4000 rupiah, tapi secara kalau dibilang cafe ya wajarlah harga segitu. Oh iya, aku ingetin sekali lagi, aku gak mungkin pesen sushi!  Alternatifnya lainnya yang harganya murah adalah Ramen. Wah, kalau yang ini cocok sepertinya, udah lama gak makan mie, belum pernah nyoba ramen dan sepertinya ramen ini makanan disini yang paling ngenyangin.

Di cafe ini, ada dua jenis ramen, yang satu SOYU RAMEN dan satunya MISO RAMEN. Walaupun udah berkali-kali dijelasin sama temenku yang japanholic tentang perbedaan keduanya, aku gak paham-paham. Akhirnya aku pilih saja yang lebih murah yaitu soyu dengan daging ayam. Sementara itu temen-temenku yang lain ada yang pesen miso ramen dan ada juga yang pesen beberapa jenis sushi.

10 menit

20 puluh menit

30 puluh menit!!!

Lebih dari 30 menit, makanan yang dipesen gak dateng-dateng, temen-temenku yang sejak dari kampus udah kelaparan mulai ngamuk-ngamuk. Sepertinya nih cafe kekurangan pegawai hingga akhirnya pesen makan aja selama itu. Akhirnya setelah nunggu sekitar 45 menitan, tuh makanan baru nongol di meja, itupun secara berangsur-angsur.

Ini pengalaman pertamaku makan ramen, dan semoga aja yang ada didepanku itu udah standart ramen. Di mangkuk ramen tersebut ada irisan daging ayam, irisan telur rebus, rumput laut(nori) sebagai sayurnya, irisan bawang dan tentunya mie. Porsinya gak terlalu banyak, lumayan lah, cuma agak kecewanya ramen soyu yang kupesen ini kuahnya lebih dikit dan lebih bening daripada ramen miso yang dipesen sama temenku, sehingga nggak terlalu menggiurkan.


Soyu Ramen Chicken yang aku pesen. Cuma pada aslinya yang spiral itu nggak tahu ilang kemana.
Foto diambil dari instagram  @kizuna_sushi_bar_cafe
Ketika kuahnya aku cicipi, ramenku ini ternyata rasanya lebih asin daripada yang miso. Sejenak aku langsung bersyukur, yang kupesen ini cocok buatku karena aku suka asin. Kuah asinnya tentunya beda sama asin mie sedap atau indomie. Yang ini lebih ada rempah-rempahnya. Dan sepertinya mie yang digunakan juga bukan mie biasa. Yang membuat tambah enaknya dari ini adalah nori rebusnya yang lembut dan juga ada asin-asinnya.

Setelah ramenku habis duluan, karena penasaran aku akhirnya icip salah satu sushi milik temenku, sushi apa aku lupa namanya. Yang pasti ada telur ikan di sekeliling nasinya. Dan apa yang terjadi? Nggak cocok banget sama lidahku. Sudahlah, ini yang terakhir aja makan sushi beginian, sayurnya mentah dan rasa telur ikannya bikin mual.

Overall, Kizuna Sushi and Bar Cafe ini cocok banet buat hangout sama temen-temen, harganya agak mahal sih cuma ya sebanding lah sama rasa yang ditawarkan. Cuma kekurangannya pelayanan lelet karena pegawainya dikit sama kata temenku saus susinya dikit banget. Buat kamu yang ngaku otaku tentunya tempat ini recomended banget buat dicoba. Sayang, aku gak sempet buat ambil foto disini.