Makan di Puang Oca, Rasa Dewa

Yee, makan-makan lagi!
Kali ini dalam rangka syukuran dari pembina ENT, karena selama beberapa bulan terakhir ini kami sukses jadi Call Center PMDK-PN.
Kali ini agak hedon dikit. Pasti sudah tahu kan kan kalau rumah makan yang berjejer rapi di jalan Raya Kertajaya Surabaya itu elit-elit. Dan harga makannya pasti gak terjangkau buat anak kosan seperti aku.

So karena itu, kami nyoba makan di daerah sini mumpung ada rezeki. Rencana awal sih, kami makan-makannya di Dewa Rasa. Bagi yang masih belum tahu dimana itu Dewa Rasa, letak rumah makan ini persis di sebelah rumah makan Seafood Makassar yang cukup terkenal yaitu Puang Oca.

Habis Magrib kami berangkat langsung ke Dewa Rasa. Tapi sampai di lokasi kami kaget, ternyata meja yang sudah dipesan buat kami sudah dipindahkan ke rumah makan sebelahnya, ya Puang Oca tadi. Hal ini lantaran rumah makan Dewa Rasanya lagi direnovasi.

Wow, mimpi apa nih, bisa makan di Puang Oca?
But wait...
Itu kan rumah makan seafood?
Dan aku gak terlalu suka makanan laut?
Waduh walaupun rumah makan elit, bakalan berakhir bahaya nih, pikirku.

Untungnya walaupun tempat dipindah, menu yang dihidangkan tetap makanan orang normal sesuai yang kami pesan dari Dewa Rasa. Tapi atribut sendok garpu dan latar belakangnya Puang Oca. Alhasil, acara makan-makan kali ini jadinya lebih syarat akan nuansa foto-fotonya daripada makan-makannya. Hehehe.
Dari Dewa Rasa, menu yang kami pesan adalah menu paketan yang berisi Ayam Bakar, Ayam Suwir kayak di nasi Krawu, Gurame Goreng, Sup Jagung dan minumnya cukup Es Teh. Kalau ditanya soal rasa, pastinya enak diatas rata-rata lah. Gak usah diomongin lagi. Kan namanya juga rumah makan orang borjuis.
Masakan Dewa Rasa tapi dimakan di Puang Oca
Selama kami makan di Puang Oca ini, yang datang dan makan di sini kebanyakan orang etnis China. Cuma satu rombongan yang keliatannya datang dari keluarga muslim yang pasti ekonominya di atas rata-rata.
Fasilitas di Puang Oca ini memang super lengkap. Di depan pintu masuk ada spot dimana pengunjung bisa memilih ikan yang mau dimakan sendiri, ada spot bermain anak, spot juga spot dimana pengunjung bisa membeli jajanan khas  Makasar. Malahan, di pojok ruangan ada tempat karaoke VIPnya.

Di dinding, terpajang tanda tangan dan foto-foto pejabat serta orang-orang top yang pernah makan disini. Salah satunya adalah Wakil Presiden Jusuf Kalla dan host acara kuliner Bondan Winarno.

Sempet iseng-iseng buka buku menu dari Puang Oca, karena penasaran sama harga makanannya berapa. Aku buka halaman pertama, isinya ya pastinya makanan seafood dong, tapi masalahnya ini kok gak ada harganya? halaman kedua juga gak, ketiga, keempat juga nggak. Ternyata setelah aku teliti, ada note kecil dibawah menu yang bertuliskan "*harga sesuai pasar", hah? udah kayak BBM aja yang harganya naik turun sesuai mekanisme harga pasar. Berarti kalau gitu bisa disimpulin orang-orang yang makan di sini adalah orang-orang yang ketika makan udah gak perlu mikirin lagi harga makananya berapa.

Halaman menu yang tertera harga pastinya cuma di halaman minuman aja. Dan gilanya, minuman termurah saja yaitu es teh harganya mencapai 10 ribu. Bisa dibayangin sendiri kan berarti berapa harga makanannya disini.

Oh iya, baru sadar juga kalau dari daftar menu yang disediakan, Puang Oca ini ternyata juga jualan Beer. Mungkin karena yang kesini banyak orang non-muslimnya jadi disediain juga minuman macam ini.

Overall, sesuatu banget pokoknya bisa makan di tempat ini walaupun yang dimakan bukan makanan asli Puang Oca. Justru malah bagus menurutku karena seperti yang aku bilang sebelumnya, aku gak terlalu suka seafood.

Oh iya terakhir, makasih banget buat pembina kami yang sudah nraktir makan-makan di tempat semewah ini. Semoga tambah rejekinya, semakin sukses dan bisa sering-sering nraktir lagi nantinya. Amiin. Hehehe..