Melihat Matahari Terbit di Laut Surabaya

Sudah lama banget rasanya gak gowes sama temen-temen sekelas. Alasan gak ada sepeda sama kesibukan masing-masing tampaknya membuat agenda mingguan ini seakan dinomer-sekiankan. Daripada saling tunggu-tungguan dan akhirnya FAIL, akhirnya minggu ini  sekali-kali aku putusin buat nyoba gowes sendiri aja. 
Keinget tiap buka Google Map waktu lihat Kota Surabaya di sebelah timur tepatnya di daerah Kenjeran ada jalan raya yang  bersebelahan tepat dengan tepi laut. Asyik juga kalau kesini, pikirku.


Sewaktu aku coba cek di Google Street View, di sisi kanan jalan memang beneran ada lautnya, tapi sayangnya banyak warung gak jelas yang merusak pemandangan disitu. Walaupun begitu, karena letaknya yang gak jauh dari kos, palingan gak sampek 7 km-an, aku iseng-iseng aja nyoba ke tempat itu.

Lokasi yang dituju ketika dilihat di Google Street View (Bisa cek disini)
Sebenarnya udah pernah sih gowes mampir ke pantai Kenjeran sebelumnya, tapi karena kesiangan akhirnya cuma mampir doang di depan gerbang tempat wisata . Gak sampai masuk, apalagi sampek lokasi yang aku ceritain tadi. Alhasil gak sempet sama sekali buat lihat laut.

Pagi hari sehabis sholat Shubuh, masih dengan sepeda yang selama ini dipinjamkan temen STMku, aku berangkat ke lokasi. Supaya rutenya gak terlalu dekat terus esensi olahraganya dapet, aku coba lewat MERR aja, jadi dari kos di Gebang aku ke arah Barat dulu, lalu sampek perempatan Warung Sederhana baru belok kanan.

Dari perempatan tadi sepeda kukayuh terus aja melewati depan Galaxy Mall, UNAIR C sampek ketemu Jalan Raya Kenjeran, baru belok ke arah Timur. Pilihan ruteku lewat MERR sepertinya ide buruk.  Sampek di Jalan Raya Kenjeran ternyata udah gak gelap lagi, kalau kayak gini bisa-bisa nanti ditujuan gak dapet sunrise nya.

Aku terus melaju ke arah timur, sampai di pertigaan yang ada plang Pantai Mentari. Aku cek di Google Map, ternyata bisa lewat sini. Aku berbelok dan ikuti aja jalannya. Setelah ke arah utara dikit, Pantai Mentari tadi ternyata cuma perumahan, bukan pantai sesungguhnya, tapi dari daerah perumahan ini memang pantai Kenjeran tinggal beberapa langkah saja.

Seperti yang aku bilang sebelumnya, tujuan utamaku gowes kali ini bukan pantai Kenjerannya, tapi daerah jalan raya yang bersisian dengan laut tadi. Jadi dari area wisata pantai Kenjeran masih terus.

Aroma asin tangkapan laut yang dijemur di pinggir jalan oleh warga setempat amat terasa kalau sudah didaerah Kenjeran sini. Tak jauh dari lokasi wisata pantai Kenjeran tadi, ada proyek Jembatan Kenjeran yang oleh Bu Risma digadang-gadang nantinya sebagai ikon baru Kota Surabaya. Dari sini, aku masih terus mengayuh sepeda ke arah utara mengikuti jalan.

Dan akhirnya tiba juga di tempat yang aku sasar. Agak kaget, ternyata sudah banyak perubahan di tempat ini dari gambar yang aku lihat di Google Street. Pinggir jalan yang berhimpitan dengan laut sudah dipagar besi. Sementara tempat yang di Google Street View tadi banyak warung gak jelasnya udah ditumbuhi semak belukar.

Di balik semak belukar tadi, hamparan laut luas dengan bentang pulau Madura di sebelah utara tampak menawan sekali. Apalagi untungnya pas aku nyampek di tempat ini matahari belum terlalu tinggi, jadi masih keliatan hangat. Di bawahnya perahu-perahu kecil nelayan berseliweran sibuk mencari ikan.


Sejenak aku lupa kalau aku masih di Surabaya. Ah, kenapa baru sekarang kesini pikirku.  Kenapa sebelumnya aku harus susah-susah ke Pacitan atau Trenggalek yang jaraknya 70km-an lebih hanya buat lihat laut padahal pas di Surabaya kalau pengen lihat laut cuma perlu gerak 7km-an saja?

Rute Gowes Kali ini. (Only 15 km)