Duolingo, Belajar Bahasa Asing Serasa Main Game

Di semester yang udah mulai agak tua ini pengennya belajar hal-hal baru. Salah satunya pengen belajar bahasa lain. Eits, bukan bahasa pemrograman maksudnya. Bener-bener bahasa asing lain selain bahasa Inggris. Walaupun kemampuan bahasa Inggris masih apa adanya, gak ada salahnya kan belajar bahasa lainnya.

Yang jadi masalah sekarang adalah adalah gimana caranya belajar tuh bahasa. Mau ikutan kursus rasanya gak mungkin, pasti gak kuat di dompet, lagian gak yakin juga nanti waktunya bisa klop dan gak tabrakan sama kuliah. Rencana kedua yang lebih rasional adalah beli buku. Yup semacam buku "bahasa xxx for dummies" gitu. Tapi yang ini juga sepertinya sulit, selain gak biasa beli buku yang non-wajib pelajaran, takutnya tuh buku malah mangkrak gak kebaca di meja kost.

Seakan ditunjukkan jalan sama Yang Diatas, pas nyari-nyari extension browser di Chrome Web Store. Di halaman depan ketemu deh banner DUOLINGO . Hmmm, karena tertarik sama burung hantu warna ijo sama taglinenya tentang "Learn a language for free. Forever" akhirnya aku install tuh extension. Ternyata setelah terinstall extension tadi berupa shortcut yang mengarah ke webnya Duolingo.


Burung hantu hijau Duo
Pertama kali buka webnya, kita bakal ditanyai asal bahasanya apa dan ingin belajar bahasa apa. Jika milih asal bahasa adalah bahasa Indonesia, yang bisa dipelajari cuma bahasa Inggris, tapi kalau kita milih dari bahasa Inggris ternyata pilihan bahasa yang bisa dipelajari buanyak banget. Mulai dari bahasa negeri-negeri Eropa yang jadi impian tiap orang seperti Perancis, Jerman, Spanyol, Italia, Belanda hingga bahasa Ibraninya Israel.


 Bahkan ada juga bahasa AlienKlingon yang sebenarnya adaptasi dari serial film Star Wars.


Sayang banget, pilihan belajar Bahasa Indonesia dari English belum ada.

Waktu itu gak pake pikir panjang aku milih belajar dari English(Inggris) ke Dutch(Belanda). Dengan begitu kan, nanti bisa langsung belajar dua bahasa sekaligus. Materi pertama yang dipelajari adalah tentang kata-kata dasar saya(Ik), adalah(ben/t), anak laki-laki(jongen) dan anak perempuan(meisje).

Basic Duolingo
Setelah nyelesein materi pertama, langsung kepincut sama nih Duolingo. Seru dan mudah banget rasanya belajar tuh bahasa Belanda. Malahan serasa gak lagi belajar tapi malah kayak main game. Akhirnya aku daftar aku Duolingo pake Google. Gak lupa juga aku download versi aplikasinya di Google Play.

Model pembelajaran di Duolingo sendiri berupa soal-soal translating, listening, dan speaking yang dikelompok-kelompokkan berdasarkan tema tertentu. Contohnya tema Basic, Time, Place, Jobs dll. Untuk membuka tema yang lebih advanced, kita harus menyelesaikan materi di tema-tema pendahulunya.

Setiap kata-kata/vocabulary baru akan dikenalkan di awal materi dengan menggunakan gambar atau dengan menebalkan kata tersebut. Untuk soal translating biasanya diminta nerjemahkan kalimat dari bahasa yang dipelajari ke bahasa asal atau sebaliknya. Gak perlu khawatir, kalau lupa nanti bisa klik kata yang akan diterjemahkan, nanti hint dan artinya akan muncul.
Hint Duolingo
Untuk listening kita diminta menuliskan apa yang diucapkan oleh native speaker. Mungkin soal ini adalah tipe soal yang menurutku agak susah karena tentu saja kalimat yang diucapin si native speaker gak familiar sama yang didengar telinga kita biasanya. Untungnya di bagian ini bisa mengulang kalimat yang dilafalkan sama bisa milih untuk dengerin versi yang lebih pelan.
Klik kura-kura untuk suara yang lebih pelan.
Untuk speaking, tipe soal ini aku matiin saja melalui menu setting karena rasanya geje juga teriak-teriak nyocokin kalimat yang suruh diucapin. Apalagi kondisi microphone laptop yang gak ngedukung.
Speaking di Duolingo
Di bahasa tertentu juga ada tipe soal lainnya, seperti options, fill in the blank, match the words dll.

Setiap menjawab benar soal, makan progress bar penyelesaian materi akan bertambah, jika salah maka akan semakin banyak soal yang harus dikerjakan. Kalau bingung dengan soalnya kenapa kok jawabannya bisa begini-begitu aku biasanya klik forum diskusi, disitu banyak banget pembahasan sama mastah-mastah yang udah ahli sama bahasa yang sedang dipelajari.

Setiap, selesai menyelesaikan materi kita bakalan dapet XP yang apabila cukup bisa membuat kita naik level. Selain itu, bisa dapet juga Lingot yang bisa dibelanjakan dengan berbagai macam item,tipe soal dan latihan baru yang semakin membuat seru belajar di duolingo ini.

Power Up yang bisa dibeli dengan Lingot
Karena belajar bahasa gak bisa instan kayak indomie yang 3 menit rebus langsung jadi. Duolingo ngasih fitur target/goal yang ingin kita kejar tiap hari, bisa 10XP, 20XP sampai 50XP. Aku sendiri gak mau narget banyak-banyak, 20XP tiap hari aja kalau istiqomah aku kira udah cukup. Jika kita belum belajar, si Burung Hantu Ijo Duo bakalan ngingetin via notifikasi android atau email.

Daily Goal Duolingo
Fitur terkece di Duolingo ini adalah kita bisa pasang progress belajar bahasa kita di LinkedIN, jadi bisa mendukung online CV kita. Sayang fitur ini belum tersedia di semua bahasa.

Add to Linkedin Duolingo
Dan yang terpenting dari semuanya adalah, Duolingo ini baik yang versi web maupun android benar-benar gratis tanpa embel-embel konten premium ataupun iklan.

Beruntung banget rasanya, dengan Duolingo ini rencana belajar bahasa asing lain di semester ini akhirnya bisa terealisasi. Belajarnya serasa main game lagi. Aplikasi ini recomended banget deh buat yang pengen belajar bahasa asing. Mending game-game lain yang gak produktif uninstall aja dan ganti main Duolingo ini. Lumayan kan, aktivitas nge-game bisa lebih produktif, Hahaha...