Pengalaman Naik TransJogja Sepuasnya

Hari pertama hidup di Jogja. Jadwal mulai kerja praktik masih dua hari lagi. Mumpung masih belum disibukkan sama berbagai hal nantinya, nggak salah juga berkenalan sejenak dengan kota ini dengan berkeliling ke sudut-sudutnya.

Tempat kerja praktik kami lokasinya terbilang strategis. Dekat sekali dengan Tugu Jogja yang merupakan titik konsentrasi kota. Lokasi kost pun juga nggak terlalu jauh, jadi jika mau kemana saja aksesnya cukup dekat dan mudah.

Baik aku maupun teman-temanku, tak satupun yang membawa sepeda motor ke Jogja. Alhasil resmilah disini kami bakalan jadi golongan paksawan pejalan kaki dan pengguna angkutan umum. Untungnya di kota ini ada Trans Jogja yg konon lumayan nyaman dan bisa diandalkan. TransJogja merupakan semi BRT(Bus Rapid Transit) meniru Busway di Jakarta yang hanya berhenti di halte khusus. Namun bedanya yang di Jogja ini tidak punya jalur sendiri. Hal yang paling menarik dari Trans Jogja ini yaitu tarifnya yang sangat murah, yaitu 3600 rupiah sepuasnya kemanapun mau pergi di semua koridor selama tidak keluar dari halte/shelter.

Bus TransJogja dan haltenya.
(Credit gambar : Tempo)
Penasaran dengan itu, jadilah untuk agenda pertama di Jogja ini kami ingin membuktikan apakah benar bisa naik bus itu sepuasnya atau tidak. Kami mencoba berangkat dari Halte Mangkunegaran 1 yang letaknya tak jauh di selatan Tugu Jogja. Sambil menunggu bus, aku iseng download peta rute TransJogja ini dari internet sebagai pegangan nantinya.
Rute Bus Trans Jogja.
 (Credit gambar : liburmulu.com)
Tak sampai 15 menit, datang Bus Koridor 2A, tanpa mengecek tujuannya kemana kamipun langsung naik aja ke bus itu, toh nantinya bakalan mbalik lagi karena semua rute bus Trans Jogja ini memutar. Kondisi dalam bus lumayan rame, kebanyakan didominasi oleh siswa sekolah. Tak hanya masyarakat umum yang naik bus ini, ternyata ada juga bule-bule yang ikutan naik.

Bus melaju ke selatan melewati jalan Mangkunegaran kemudian melewati jalan Malioboro yang populer dan super padat dengan toko-toko perbelanjaan itu. Selanjutnya di titik nol Jogja, bus belok kiri lewat jalan Kusumanegara. Di beberapa halte bus berhenti untuk menaikkan atau menurunkan penumpang. Jika halte yang dilewati kosong, petugas halte akan memberikan aba-aba kepada kernet untuk langsung terus saja. Entah ke arah timur sampai mana, bus belok ke kiri lagi ke arah utara. Tak seberapa lama, bus ini melewati kawasan Kampus UGM dan UNY. Semakin ke Utara Bus melewati Terminal Condong Catur . Selanjutnya bus melaju ke arah barat melewati jalur ring road menuju terminal akhir yaitu Terminal Jombor. Sebelum mencapai terminal Jombor, bus ini ternyata melewati Museum Jogja Kembali.

Sepanjang perjalanan yang memakan lebih dari 30 menit itu, kami senyum-senyum sendiri karena takut ditanya mau turun dimana. Kan gak enak juga kalau ketahuan fasilitas umum kayak gini disalahgunakan dengan niat cuma ingin muter-muter. Kelakar ku, ini seperti ngabisin duit subsidi dari Sultan aja. wkwkwwk. Tapi sejauh ini si kernet sama sekali gak menanyakannya, mungkin dia malah udah lebih paham model penumpang seperti kami.

Di terminal Jombor semua penumpang diwajibkan turun. Jika mau melanjutkan perjalanan maka dipersilakan menunggu keberangkatan bus selanjutnya tanpa tambahan biaya. Bus selanjutnya berangkat tak lama kemudian. Untunglah kernet dan sopirnya ganti bukan dari bus yang kami tumpangi tadi, serasa diputihkan dosa kami yang tadi cuma niat muter-muter. Bus melaju ke arah selatan melewati jalan A.M Sangaji. Akhirnya bus kembali lagi ke titik awal yaitu Halte Mangkunegaran. Pas lewat halte tersebut, kami pasang muka gedek aja deh kalau nanti keliatan petugas halte pas kami berangkat tadi. hahaha..

Puas rasanya berkeliling dengan Trans Jogja ini. Temenku malah ada yang sampai ketiduran gara-gara panjangnya perjalanan ditambah dinginnya AC bus yang memang bener-bener mengantukkan.

Kami akhirnya berhenti di Halte Malioboro 3.
Selanjutnya mau kemana? Hari pertama di Jogja, tentunya gak afdol kalau belum sowan ke rumah Sultan.