Jogja - Ponorogo dengan Kereta Api dan Bus

Secara jarak memang antara Ponorogo dengan Jogja jaraknya relatif lebih dekat daripada Ponorogo dengan Surabaya. Namun untuk urusan akses, ke Jogja dari Ponorogo jauh lebih sulit. Jika dari Ponorogo ke Surabaya masyarakat dengan mudahnya bisa menggunakan bus-bus jurusan langsung ke Surabaya, maka untuk ke Jogja perlu ganti moda beberapa kali karena tidak adanya moda transportasi langsung.

Libur panjang kali ini, Aku berniat untuk pulang kampung ke Ponorogo karena sebelumnya udah 2 bulan lamanya gak menengok rumah. Bahkan pas berangkat dari Surabaya ke Jogja pun aku gak sempat pulang ke rumah. Setelah cari info sana-sini, mencari alternatif paling murah dan mudah akhirnya aku merencanakan pulang dengan rencana seperti berikut :


  1. Naik kereta Prambanan Ekspress(Prameks) dari Stasiun Tugu Jogja sampai Stasiun Solo Balapan (Rp. 8.000)
  2. Jalan kaki dari stasiun Solo Balapan ke sekitaran Terminal Bus Tirtonadi untuk nyari bus AKAP Ekonomi (Kelihatannya sih deket)
  3. Naik Bus Mira / Sumber Kencono Jurusan Surabaya lalu turun di Terminal Purboyo Madiun (Rp. 20.000)
  4. Naik Bus Restu yang asalnya dari Surabaya untuk ke Ponorogo (Rp. 5000)

Jika ditotal dari Ponorogo ke Jogja atau sebaliknya cuma habis Rp. 32.000 saja. Wew!

Karena kantor tempat kerja praktiku jam pulangnya pukul 16.30, jadi terpaksa deh naik kereta Prameks terakhir yaitu pukul 20.15. Sebenarnya ada sih kereta Madiun Jaya yang bisa langsung ke Madiun, tapi jam berangkatnya pukul 16.25, terus tiketnya maha sekitar 50ribuan. Jadi ya gak jadi pilihan deh.

Aku baru ke Stasiun Tugu sekitar pukul 19.30 karena sebelumnya hujan. Pas aku kesanapun sebenarnya masih hujan, tapi demi pulang kampung, jalan di tengah hujan pun rasanya tetep worth it untuk dilakoni. Untunglah pas nyampek stasiun, tiket go-show kereta prameks untuk keberangkatan terakhir malam ini masih tersedia.

Berangkat dinas dari Kutoarjo, kereta bewarna spongebob tersebut datang agak telat dari jadwal aslinya di Stasiun Tugu. Ketika berhenti, calon penumpang langsung berlari berebutan tempat duduk. Selanjutnya kereta hanya berhenti di Stasiun Lempuyangan, Maguwo, Klaten untuk menaikkan/menurunkan penumpang. Walaupun tak terlalu penuh, terdapat beberapa penumpang yang berdiri. Sampai di stasiun Purwosari Solo(Surakarta), lebih dari setengah penumpang turun. Kereta pun berhenti di stasiun Solo Balapan sekitar pukul 21.30.

Kereta Api Prambanan Ekspress jurusan Kutoarjo - Yogyakarta - Solo
(Foto diambil pas datang ke Jogja pertama kali)
Turun dari stasiun, aku bingung dan panik dimana letak Terminal Bus Tirtonadi . Sebelumnya aku belum pernah sama sekali ke Solo selain lewat doang. Beberapa kali nanya orang dan malah salah arah, akhirnya aku buka Google Maps dan ngikutin petunjuknya. Dari stasiun Solo Balapan aku berjalan ke arah timur, nah sampai di Perempatan ternyata banyak bus jurusan Madiun/Surabaya yang lewat. Aku pun menunggu bus di situ.

Tak perlu nunggu lama, aku kemudian naik salah satu bus ekonomi Mira yang lewat. Aku kira bus tersebut bakalan penuh seperti halnya bus Restu yang ada di Terminal Bungurasih pas long weekend, eh ternyata masih banyak kursi yang kosong. Sepanjang perjalanan, aku berusaha untuk tidak tidur karena takut nanti kebablasan di Madiun. Bus melaju dengan kecepatan standar melewati kota-kota di perbatasan Jatim-Jateng yaitu Sragen dan Ngawi. Sampai di Terminal Purabaya sekitar pukul 23.00-24.00 dan ternyata bus yang aku tumpangi tadi rutenya cuma sampai Terminal Purboyo Madiun saja. Sedangkan penumpang yang menuju Surabaya dioper ke bus lainnya. Tahu gitu, mending aku puas-puasin tidur saja deh tadi di sepanjang perjalanan.

Sebenarnya aku cukup was-was di terminal Madiun ini bilamana nanti ternyata bus Restu Panda tidak mau diberhentikan atau malah tidak lewat disini. Namun akhirnya beberapa menit kemudian ada bus Restu yang lewat dan menurunkan penumpang. Aku pun langsung masuk ke bus tersebut. Walaupun tidak kebagian tempat duduk sehingga sepanjang perjalanan Madiun-Ponorogo harus berdiri, aku sudah cukup senang karena akhirnya berhasil juga pulang dari Jogja ke Ponorogo dengan berbagai keruwetan gonta-ganti modanya.

Balik dari Ponorogo menuju Jogja


Untuk kembali dari Ponorogo menuju Jogja, aku masih mengandalkan rute yang sama. Berangkat sekitar pukul 10.00, dari terminal Seloaji Ponorogo aku naik Bus Restu sampai pertigaan Ring-Road Madiun. Sebenarnya  sih, kondektur bus restu agak gak senang kalau penumpangnya ternyata cuma turun di Madiun. Tapi ya mau bagaimana lagi, pilihan naik bus lain ke Madiun seperti dengan bus Cendana tarifnya lebih mahal dan pelayanan busnya gak jelas pula.

Dari pertigaan ring road madiun, aku naik Bus Mira lagi dan setelah 2-3 jam perjalanan akhirnya sampai di Solo. Aku pun turun di dekat Stasiun Solo Balapan. Pas nyampek di Stasiun Solo Balapan ternyata ramenya minta ampun, dan apesnya aku gak kebagian tiket kereta prameks arah Jogja untuk 2 perjalan ke depan. Kebagian tiketnya malah yang pukul 16.00. Dan resmi deh aku bakal jadi pengangguran 2 jam ke depan di kota ini.

Setelah penantian yang panjang akhirnya kereta yang dinantipun tiba. Wah, ternyata kereta Prameks yang aku tumpangi ini lumayan bagus, mungkin ini kereta eks-Sri Wedari(CMIIW) yang sempat dinas sebagai kereta bandara di Kuala Namu, Medan. Tempat duduknya seperti tempat duduk KAJJ ekonomi. Selain dilengkapi dengan toilet, tiap gerbong kereta ini juga dilengkapi dengan Led berjalan yang menampilkan dimana posisi kereta sekarang. Keren deh pokonya untuk sekelas kereta komuter. Sekitar pukul 05.00 akhirnya aku sampai kembali di Jogja.

Suatu hari nanti, pengen deh rasanya dari Ponorogo ke Jogja naik sepeda motor via Wonogiri sehingga gak perlu muter-muter lagi lewat Solo. Penasaran sama rute yang dilewati dan bagaimana pemandangannya.