Manisnya Selat Solo Mbak Lies

Tak cuma kaya dengan budaya, Kota Solo(Surakarta) juga kaya dengan berbagai makanan khas. Yang paling terkenal diantaranya yaitu serabi solo dan nasi liwet. Selain dua makanan tadi, sebenarnya ada satu lagi makanan khasnya yaitu selat solo. Makanan yang dijuluki sebagai steak van java ini bisa dibilang eksklusif karena awalnya dulu merupakan hidangan spesial raja-raja Mataram.

Mencicipi selat merupakan salah satu agenda jalan-jalan kami di Solo. Nah, salah satu temanku menyarankan tempat makan selat solo yang cukup populer yaitu Warung Selat Solo Mbak Lies yang ada di dekat Jalan Veteran.

Setelah sebelumnya kami turun dari Bus Batik Solo Trans di Jalan Slamet Riyadi, kami harus berjalan kaki sekitar 1,5 km ke arah Selatan menyusuri pertokoan sepanjang Jalan Yos Sudarso. Untunglah terik matahari di Kota Solo ini tidak sepanas terik matahari Surabaya. Pemandangan lampion sisa perayaan Imlek yang melintang di tengah jalan juga lumayan mengibur sehingga walaupun jalan sebegitu jauhnya kami fine-fine aja. Setelah sampai di perempatan Jalan Veteran - Yos Sudarso kami belok kanan kemudian masuk ke gang-gang kecil dan akhirnya kami sampai juga di tempat makan yang dituju.

Warung Selat Solo Mbak Lies ini sangat unik karena bernuansa ala-ala Timur Tengah/Persia dengan berbagai perabotan keramik. Di dinding warung, puluhan piring berjejer berisikan testimoni-testimoni pelanggan yang pernah makan disini. Pelayannya pun berpakaian unik macam pelayan di negeri 1001 malam.

Piring-piring yang berisikan testimoni pengunjung.

Saya dan salah satu teman saya memesan Selat Solo Bestik sedangkan teman saya yang udah pernah kesini memesan Setup Makaroni. Sebenarnya pengen sih memesan varian selat solo yang lain, cuma gara-gara penjelasan dari pelayannya agak kurang memuaskan jadi ragu deh mau pesan varian yang lain. Harga makanan di selat Solo Mbak Lies ini berkisar mulai dari belasan ribu sedangkan harga minuman paling murah yaitu es teh sekitar empat ribuan. Hmmm, harga yang lumayan mahal untuk kota Solo yang katanya serba murah.

Warung Selat Solo Mbak Lies

Oh, jadi begini ya yang namanya steak van java, saya sendiri juga baru tahu. Selat Solo Bestik yang saya pesan isinya telur bacem, ayam cincang bacem, kentang goreng, irisan bawang merah, wortel, acar, kacang panjang dan juga semacam bubur sumsum putih yang entah apa itu namanya. Kuahnya sendiri bewarna hitam bening dan kelihatan segar.

Selat Solo Bestik
Impresi pertama ketika makan selat solo ini hanya satu, Manis! Yup manis banget! Telur dan ayamnya yang dibacem aja sudah pasti manis, apalagi kuahnya itu, bener-bener super manis! Saya yang gak terlalu suka makanan berat manis jadi agak ilfil, tapi jujur sejatinya makanan ini enak kok.

Saya kemudian nyoba makanan yang dipesan temen saya yaitu Setup Makaroni. Makanan berbahan makaroni ditambah ayam cincang dengan kuah semacam mie rebus + telur ini sepertinya lebih cocok di lidah saya yang suka rasa asin. Kepincut, jadinya saya malah pesen sendiri Setup Makaroni ini. :)

Setup Makaroni

Oke, warung mbak Lies ini wajib dikunjungi sih kalau ke Solo karena selain warungnya yang unik tapi juga varian makanannya banyak. Bagi yang gak suka manis-manis bisa pesen macam Setup Makaroni tadi sehingga pas dengan lidah.

Selesai makan kami melanjutkan agenda jalan-jalan. Tujuan kami selanjutnya adalah kompleks Keraton. Saya mengecek kembali rute bus Batik Solo Trans siapa tahu ada yang ke arah sana. Dari peta sih ada rute bus yang ke arah sana, tapi entah saya yang salah baca rute atau gimana bus yang ditunggu tidak lewat-lewat juga.  Akhirnya untuk menghemat waktu kami sambil jalan saja ke arah Timur. Sudah jalan lebih dari 500 meter justru sejauh mata memandang di sisi utara jalan kami gak menemukan halte BST. Langit mulai gelap tanda sebentar lagi hujan, kami mulai panik agenda jalan-jalan ini kok malah jadi gak jelas seperti ini.

SELANJUTNYA : Berkeliling Kompleks Keraton Solo