Eksotisme Pantai Balekambang

Malang tak hanya identik dengan dataran tinggi berhawa dingin saja. Jauh di pelosok selatan sana, tersembunyi di balik jejeran gunung, Malang juga memiliki pantai-pantai yang eksotis. Salah satunya yang cukup terkenal adalah Pantai Balekambang.

SEBELUMNYA  Blusukan Menjelajah Malang Selatan

Setelah sebelumnya saya dan teman saya harus bersusah payah melewati daerah Malang Selatan hingga hampir tersesat, akhirnya kami sampai juga di pintu masuk pantai Balekambang.

Taman Nasional Meru Betiri


Masuk ke kawasan wisata, hutan tropis nan lebat menyambut kami. Suara-suara serangga dan binatang hutan terdengar samar-samar. Di tengah-tengah jalan beberapa pohon masih berdiri tinggi dibiarkan tidak ditebang. Semakin jauh masuk ke dalam, hutan serasa semakin lebat. Gerbang masuk kawasan wisata berbentuk gapura dijaga oleh beberapa petugas berpakaian penjaga hutan. Tiket masuk ke kawasan wisata Pantai Balekambang ini dipatok sebesar Rp. 15.000/pengunjung ditambah iuran untuk PMI.

Setelah kami membayar, petugas menyerahkan tiket masuk kepada kami. Oh, saya baru tahu kalau pantai ini ternyata masih masuk ke kawasan Taman Nasional Meru Betiri. Saya tahu karena di tiket masuk tertulis nama Taman Nasional tersebut. Taman Nasional Meru Betiri adalah wilayah konservasi di pantai selatan jawa yang membentang dari Kabupaten Banyuwangi. Pantas saja kondisi alamnya masih begitu asri.

Balekambang Beach


Masuk ke kawasan pantai, kami yang dari tadi hanya melihat pegunungan dan pohon-pohon hijau langsung takjub melihat hamparan pasir dan lautan nan luas. "Balekambang Beach" tertulis jelas di samping jalur masuk.

Pantai Balekambang

Karena bukan hari libur, pengunjung pantai tidak terlalu ramai. Jejeran toko makanan dan souvernir di pinggir pantai pun banyak yang tutup. Sepeda motor lalu kami parkirkan di salah satu tempat parkir di sisi barat dengan biaya Rp. 5000,-.  Waktu sudah lebih dari pukul 3, oleh penjaga parkir, kami diberikan waktu berkeliling hingga pukul setengah 5 karena mereka akan tutup.

Di bibir pantai, tampak sekelompok pengunjung yang bermain-main air. Kalau tidak kesorean, mungkin saja saya udah ikutan nyebur. Saya dan teman saya mencopot sandal dan berjalan di atas pasir putih sembari sesekali lari menghindari terjangan ombak. Kami berjalan menuju salah satu titik yang membuat pantai ini eksotis yaitu ke pura kecil diatas pulau karang Ismoyo di sisi barat.

Pura Amarta Jati


Pura inilah memang yang membuat Pantai Balekambang tampak eksotis. Pura bernama Amarta Jati ini berdiri kokoh di atas pulau karang dan dihubungkan dengan jembatan kecil dengan pulau utama. Siapa saja diperbolehkan mengjungi pura ini, kecuali perempuan yang sedang berhalangan. Dari pura tadi, ternyata ada wahana flying fox yang menjuntai hingga bibir pantai.

Pantai Balekambang dan Pura Amarta Jati

Mumpung cukup sepi, saya dan teman saya mencoba untuk berfoto-foto di jembatan penghubung Pura. Bisa dibilang spot ini merupakan spot sejuta umat karena hampir semua pengunjung pantai Balekambang pasti menyempatkan berfoto disini. Namun sayang sekali, baterai handphone yang kami bawa ternyata habis jadi foto yang kami ambil tidak banyak.


Spot Foto sejuta Umat
Matahari yang perlahan mulai tenggelam di sisi barat semakin menambah keindahan pantai. Tidak rugi rasanya perjalanan jauh yang sudah kami tempuh demi mencapai pantai Balekambang ini.