Menyewa Sepeda Motor Murah di Malang

Perjalanan dua setengah jam lebih kereta api Penataran dari Surabaya ke Malang memang terasa singkat.  Keluar dari stasiun kota baru, suasana Malang nan sejuk langsung menyambut pagi saya. Tak terlalu ramai, karena hari ini adalah hari Senin dimana para wisatawan yang tiap akhir pekan selalu memadati Malang biasanya sudah kembali dengan kesibukannya di kota masing-masing.

Jika sebelumnya saya selalu ke Malang bersama teman-teman saya dari Surabaya, kali ini merupakan pengalaman pertama saya sendirian ke Malang. Berangkat sendiri, namun bukan untuk jalan-jalan sendirian. Beberapa hari sebelumnya saya sudah janjian dengan salah satu teman saya yang menetap di Malang untuk berkeliling.

Menyewa Motor Beberapa Hari Sebelumnya

Sayangnya, teman saya yang tinggal di Malang tidak ada sepeda motor. Naik bemo tentunya bukan pilihan tepat untuk mengelilingi Malang, karena selain rutenya terbatas juga kurang bisa diandalkan. Alhasil beberapa hari sebelumnya saya dan teman saya memutuskan untuk menyewa motor saja. Hal inilah yang menjadi alasan saya datang ke Malang pas hari Senin karena tarif sewa motornya lebih murah. Ketika akhir pekan, kebanyakan tempat rental tidak memberlakukan tarif mahasiswa sehingga semua penyewa dikenakan tarif atas rata-rata paling murah Rp, 75,000,- per 24 jam.

Weekday, Tarif Sewa Lebih Murah

Setelah kepo-kepo tempat sewa/rental motor di internet dan menghubungi kontaknya satu persatu, akhirnya saya menemukan tempat rental yang lumayan terjangkau dan mau mengantarkan motor yang disewa ke kosan teman saya. Hanya Rp. 55.000,- untuk 24 jam* sudah termasuk pinjaman untuk helm dan jas hujan. Sebagai jaminan, KTP dan KTM teman saya ditahan oleh pihak rental.

Motor Diantar dan Diambil di Tujuan

Saya keluar stasiun Malang sekitar pukul 07.15. Di saat yang sama, saya dikabari teman saya ternyata pihak rental baru saja mengantarkan motor yang kami sewa ke kosnya. Alhasil saya harus menunggu untuk dijemput teman saya. Sebenarnya sih kalau memang diperlukan pihak rental bisa saja mengantar motor sampai stasiun, tapi karena ini yang pinjam atas nama teman saya yang mahasiswa Malang jadi ya diantarnya sampai kos teman saya.

Sembari menunggu, saya mengamati suasana kawasan depan stasiun. Masih seperti dulu, puluhan angkot bewarna biru terlihat ngetem menunggu penumpang. Di sebelah selatan, terlihat taman Trunojoyo yang rindang yang kian menambah kesejukan kota ini. Beruntungnya, pas saya di sana saya sempat melihat bus tingkat city-tour Malang yang unik dan bewarna hijau melintas. Bus tersebut terlihat penuh terisi oleh rombongan anak sekolah, mungkin TK untuk berkeliling.

Motor yang Disewa Tidak Mengecewakan

Setelah menunggu kira-kira 20 menit, teman saya akhirnya sampai di depan Stasiun membawa motor sewaan kami. Yamaha Mio bewarna hijau. Dari luar sepeda motor tersebut terlihat masih sangat baru dan bagus. Awalnya saya sempat merasa agak khawatir dengan menyewa motor karena mendengar pengalaman teman saya yang pernah menyewa motor pas di Jogja, motor yang disewa selalu bermasalah dan mogok di jalan. Namun, melihat kondisi motor yang kami sewa ini masih sangat mulus, saya yakin hal seperti yang dialami teman saya di Jogja tadi tidak akan berlaku bagi saya di Malang ini. Semoga saja, kita lihat nanti deh setelah keliling.

SELANJUTNYA Omah Kayu di Bukit Paralayang Malang

PS : Di akhir sewa, pihak rental ternyata juga mengenakan tarif  tambahan 50ribu jika motor dipakai lebih dari 400 km sebagai biaya ganti oli.