Jenius vs digibank, Mana Layanan FinTech Terbaik?

Akhir-akhir ini saya lagi antusias banget nyoba-nyoba layanan finansial berbasis teknologi atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama fintech. Sejauh pengamatan saya, ada dua fintech yang cukup jor-joran promosinya di Indonesia yaitu Jenius dan digibank. Mumpung saya baru saja di Jakarta, saya mencoba untuk mendaftar di kedua layanan fintech ini.

Jenius vs digibank, mana yang terbaik?
Sebenarnya yang ditawarkan oleh kedua layanan ini hampir sama, yaitu rekening tabungan bank tanpa buku rekening. Iya benar rekening bank, bedanya untuk Jenius atau pun digibank ini proses pendaftaran dipermudah dengan bantuan aplikasi. Dengan aplikasi itu juga, pengguna bisa mendapatkan fasilitas yang lebih daripada rekening biasanya mulai dari kemudahan cek rekening, membuat deposito, transfer, kontrol kartu debit dsb.

Keuntungan lainnya menggunakan kedua tabungan ini adalah tidak ada biaya admin bulanan dan bisa melakukan tarik tunai serta transfer ke semua bank Indonesia gratis. Selain itu nasabah juga berhak mendapatkan kartu debit berlogo VISA yang bisa digunakan di seluruh dunia.

Saat ini saya telah memiliki akun rekening Jenius dan digibank. Berikut ini review saya setelah beberapa bulan menggunakan kedua layanan financial technology tersebut.

Area Layanan


Jenius adalah produk rekening dari Bank Tabungan Pensiunan Nasional(BTPN) yang merupakan bank swasta nasional terkemuka di Indonesia. Sementara digibank adalah produk rekening dari bank multinasional The Development Bank of Singapore Limited (DBS) yang bekerjasama dengan digibank India. Area pemasaran produk digibank saat ini masih di Jabodetabek saja, sementara untuk Jenius BTPN selain Jabodetabek juga telah menjangkau Kota Bandung.

Dengan memiliki rekening di suatu bank berarti anda akan sering berurusan dengan kantor pelayanan bank tersebut seperti untuk setor tunai, permasalahan kartu dsb. Untuk urusan kantor pelayanan ini, Jenius dengan basis Bank BTPN nya jauh lebih unggul daripada digibank dengan Bank DBSnya.

Selain memiliki banyak service point yang berada di mall-mall dan kafe-kafe di Jakarta, saya rasa tidak sulit juga mencari cabang BTPN yang tersebar hampir di seluruh kota dan kabupaten di pulau Jawa serta kota besar lainnya di luar pulau Jawa.

Kantor cabang Bank BTPN

Sementara untuk digibank, kantor pelayanannya di Indonesia cukup terbatas hanya di kota-kota besar saja. Service point pun juga tidak sebanyak Jenius. Namun, karena digibank ini produk dari DBS yang merupakan produk bank multinasional Singapura, mungkin saja ketika anda berkunjung ke Singapura atau luar negeri akan lebih mudah mendapatkan pelayanan dibanding Jenius.

Kantor cabang DBS di Indonesia


Pendaftaran


Pendaftaran Jenius maupun digibank bisa dilakukan secara mandiri via aplikasi dan kartunya akan dikirim ke alamat anda. Syarat terpenting adalah anda harus memiliki KTP dan NPWP.

Saya sudah mendaftar Jenius semenjak di Surabaya beberapa bulan yang lalu, namun karena dulu Jenius belum beroperasi di kota ini dan saya belum memilki NPWP, akun saya hangus disebabkan gagal terverifikasi. Saya mencoba mengaktifkan kembali dengan bertanya di sosial media Jenius namun ternyata tidak bisa dan harus menelepon ke call center.

Karena menelpon call centernya Jenius yang notabene nomer Premium sangat mahal, akhirnya pas di Jakarta, saya mencoba mengunjungi service point Jenius. Pertama saya mengunjungi service point Jenius di Mall Blok M sekitar pukul 18.30 WIB. Menurut jadwal yang tertulis di website Jenius, booth di Blok M buka hingga malam. Namun pas saya kesana boothnya kosong tidak ada yang menjaga.

Hari Sabtu saya mencoba mengunjungi booth yang buka di ITC Cempaka Mas. saya disambut dengan hangat oleh penjaga boothnya dan dibantu cleansing data saya yang hangus dan pendaftaran akun baru. Awalnya, pendaftaran akun baru saya sempat gagal dan akhirnya saya diminta untuk ke jenius service point yang lebih besar seperti di Goods Cafe atau Goods Depts.

Pas saya sudah pasrah dan mulai jalan ke arah luar ITC, mbak-mbaknya yang jaga mengejar saya dan menemukan solusi penyelesaian masalah saya agar bisa mendaftar lagi, yaitu dengan menyingkat salah satu nama sehingga berbeda dengan yang lama. Dan benar saja akhirnya akun Jenius saya berhasil dibuat. Saya juga langsung mendapatkan kartu ATM / Debit Jenius saya di saat itu juga.

Jenius vs digibank


Sementara untuk digibank, jujur saya sebenarnya mendaftar karena saya sudah stuck mau aktifasi akun Jenius saya yang hangus namun tidak bisa-bisa seperti yang sudah saya ceritakan di atas. Saya mendownload aplikasi digibank di PlayStore dan mengisi data yang diperlukan.

Setelah mengisi data-data di aplikasi, saya diminta untuk memilih waktu dan lokasi dimana agen akan mendatangi saya untuk konfirmasi biometric. Karena kebetulan saat itu saya di Jakarta Selatan, saya mendapat agen dari Pondok Indah Mall. Nama dan lokasi agen yang akan melakukan verifikasi terlihat jelas dan lokasinya bisa dipantau via aplikasi seperti saat kita memesan GoJek.

Satu jam sebelum waktu yang saya minta, agen digibank menelepon saya dan memohon maaf karena akan datang telat dari waktu yang saya minta dan meminta waktu lain dimana saya bisa. Si agen akhirnya datang pada waktu tersebut membawa alat fingerprint. Saya memberikan kode yang ada pada aplikasi saya ke dia untuk verifikasi dan menempelkan salah satu jari saya(telunjuk kalau tidak salah) ke alat fingerprint biometric.

Setelah itu saya mengisikan lokasi dimana kartu ATM saya akan dikirimkan. Proses pengiriman ini ternyata juga bisa dipantau layaknya anda membeli paket di toko online. Singkatnya, beberapa waktu kemudian kiriman kartu dari digibank telah sampai san saya bisa mengaktifkannya sendiri.

Aplikasi


Menurut saya, aplikasi android Jenius memiliki tampilan yang lebih bagus dan animasi yang dinamis. Warnanya sederhana yaitu putih dengan aksen biru sehingga nyaman dilihat. Anda bisa memilih widget mana yang bisa anda tampilkan sesuai keinginan.


Aplikasi android digibank didominasi warna oranye. Walaupun tampilannya tidak sedinamis Jenius, namun aplikasi ini memilki penataan menu yang lebih mudah digunakan dan dimengerti seperti untuk transfer, pembayaran dsb. Fasilitas pembayaran memang tidak sebanyak Jenius namun hal yang membuat digibank unggul adalah adanya fasilitas top up ke uang elektronik seperti GoPay, Paypro dan Dokuwallet secara langsung. Selain itu untuk setiap transaksi baik yang masuk atau keluar, pengguna akan mendapatkan pemberirahuan via SMS. Pemberitahuan tersebut tentunya sangat berguna sekali jika ada transferan masuk, tidak perlu berulang kali cek aplikasi. Tinggal tunggu  telepon berbunyi karena mendapat SMS dari DBSIndo. :)



Sistem Jenius juga bisa diakses via website, jadi bisa lebih mudah apabila dibuka via Laptop atau Komputer. Sedangkan digibank Indonesia belum menyediakan layanan akses via website ini.

Kartu ATM / DEBIT 


Kedua layanan ini baik Jenius maupun digibank memberikan kartu debit berlogo visa yang sekaligus berfungsi sebagai ATM secara gratis. Kartu ini bisa berfungsi sebagai kartu kredit juga sehingga anda bisa menggunakannya untuk verifikasi paypal atau berbelanja di luar negeri. Sebagai informasi, teknologi kartu yang digunakan sudah menggunakan VISA Paywave sehingga di beberapa tempat yang sudah mendukung anda tinggal melakukan tempel untuk membayar.

Selain VISA, kartu Jenius didukung oleh jaringan ATM Bersama, PRIMA dan PLUS sedangkan kartu digibank didukung oleh jaringan ALTO, ATM Bersama dan PLUS. Transaksi pada mesin EDC di supermarket juga bisa dilakukan dengan menggunakan kedua kartu ini.

Untuk Jenius, selain mendapatkan 1 kartu fisik (m-card), ternyata juga mendapatkan 1 kartu non-fisik atau elektronik(e-card) dimana anda bisa menggunakanya dengan cara melakukan top up dari rekening aktif. Keuntungan penggunaan dari e-card ini menurut saya lebih aman karena tidak langsung terkait dengan rekening utama atau aktif sehingga anda bisa membatasi penggunaannya. Jika memang diperlukan, pelanggan bahkan bisa melakukan request tambahan kartu fisik(x-card) hingga 3 buah. Kartu x-card ini bisa diberikan kepada orang-orang terdekat untuk melakukan transaksi mereka.

Transfer Antar Bank


Sebagai rekening bank tentu saja harus memiliki kemampuan transfer dana. Transfer kepada rekening lain di bank yang sama tentu saja gratis. Misal Jenius ke Jenius / BTPN, digibank ke digibank / DBS. Sementara untuk transfer ke rekening bank lain, Jenius memberikan gratis hingga 25 kali perbulan selebihnya akan dikenakan biaya. Sedangkan untuk digibank berani memberikan transfer gratis ke semua bank tanpa ada batasan.


Tarik Tunai


Sama dengan transfer, anda digratiskan jika mengambil uang di bank masing-masing (Jenius di
BTPN dan digibank di DBS). Untuk penarikan di atm lain sesuai logo jaringan yang ada di kartu, Jenius memberikan gratis tarik tunai hingga 25 kali, selebihnya akan dikenakan biaya. Sedangkan digibank lagi-lagi memberikan gratis tanpan batasan untuk tarik tunai sesuai di logo jaringan di ATM.

Deposito dan Bunga


Jenius dan Digibank memberikan bunga yang lumayan tinggi. Untuk saldo aktif, bunga per tahun untuk Jenius adalah 1% sedangkan untuk digibank 3%.

Hal yang menarik dari kedua produk ini lainnya yaitu kemudahan dalam membuat deposito. Anda bisa membuat tabungan setara deposito di Jenius (FLEXI / DREAM Saver) tanpa minimal setoran dan batasan waktu dengan bunga pertahun sebesar 5%. Untuk deposito MAXI Saver yang bunga pertahunnya 5.75% minimal setoran adalah 10 juta dengan minimal waktu penyimpanan 1 bulan.

Deposito digibank dimulai dengan setoran minimal 5 juta dengan bunga 5% pertahun. Semakin banyak jumlah uang yang disetor dan semakin lama tenor penyimpanan maka semakin tinggi bunganya hingga 5.75% pertahun.

Promo


Ini dia yang juga bikin ngiler untuk segera memilki kartu-kartu bank zaman now ini. Promonya yang diberikan banyak. Di digibank, saya sendiri telah mendapatkan cashback dari registrasi awal sebesar Rp. 50.000,-. Selain itu saya juga telah beberapa kali mendapatkan cashback 50% dari top up GoPay. Cashback ini bisa anda gunakan kembali untuk berbelanja maupun ditarik tunai.


Sedangkan Jenius, sejauh ini saya sudah memperoleh potongan 50% untuk pembelian di salah satu toko online. Lumayan juga kan dapat barang setengah harga. Hehehe. Hampir setiap hari Jenius memberikan promo yang bisa dimanfaatkan.


Setor Tunai / Cara Top Up - Kelemahan Jenius dan Digibank


Hal ini merupakan kelemahan dari kedua kartu ini, yaitu ketika ingin mengisi saldo atau menabung, jika anda melakukan transfer dari bank lain pastinya anda akan terkena biaya. Solusinya, anda bisa melakukan setor tunai langsung di service point atau bank induknya. Setor tunai terutama di cabang bank ini agak awkward juga menurut saya karena kedua bank induknya bukanlah bank mainstream.

 Misalnya, saya pernah coba setor di kantor cabang bank BTPN, agak merasa aneh kantornya sepi sekali, perlu diingat pula kalau bank ini sesuai namanya nasabahnya kebanyakan adalah pensiunan. Mungkin untuk bank DBS saya juga akan merasa awkward, karena bank DBS ini adalah bank yang cukup borjuis yang pasti nasabahnya kebanyakan expat. Apalah saya yang compang-camping tiba-tiba masuk kantor cabang bank model seperti ini. hehehe.

Kesimpulan


Dari sisi layanan seperti aplikasi, service point, variasi produk deposito Jenius tampaknya lebih unggul. Untuk bunga rekening tabungan aktif, digibank lebih tinggi. Selain itu digibank juga berani tidak memberikan limit transfer ke bank lain serta tarik tunai gratis seperti halnya Jenius yang hanya memberikan sebanyak 25 kali perbulan. Jadi lebih baik mana di antara keduanya? Kalau menurut saya daftar aja dua-duanya. Toh tidak ada ruginya. Nanti anda bisa membandingkan sendiri sesuai kebutuhan anda masing-masing.

Disclaimer : review ini saya buat secara personal dengan pengalaman sendiri sebagai nasabah di kedua layanan tersebut.