Naik Bus vs Kereta Api vs Pesawat untuk Pulang ke Ponorogo

Saatnya kembali ke kampung halaman setelah sekian bulan menikmati merasakan hiruk pikuk  Jakarta. Berbeda dengan biasanya dimana saya lebih sering naik kereta atau pesawat(kalau dibayari) untuk perjalanan jauh, kali ini saya pulang kampung ke Ponorogo dengan naik bus Harapan Jaya.



Naik bus dari Jakarta ke Ponorogo? 

Beneran? 

Nggak pegel? 

Kenapa nggak naik kereta saja? 

Kereta sudah bagus loh sekarang, saya lebih suka naik kereta bla.. bla.. bla...


Sederet pertanyaan dan pernyataan tadi langsung menyambar setelah saya menjawab beberapa teman yang bertanya saya nanti pulang naik apa. Tenang saja, saya juga masih mencintai kereta api dan pesawat serta tahu betul bagaimana pelayanannya saat ini. Namun, saya nggak cinta buta juga tanpa membandingkan dengan yang lain. 

Mengapa saya memilih naik bus PO Harapan Jaya daripada kereta api ataupun pesawat terbang untuk pulang ke Ponorogo dari Jakarta?




Lokasi Pemberhentian Lebih Fleksibel / Dekat


Pertimbangan pertama, letak rumah saya dekat dengan jalan provinsi Ponorogo - Trenggalek yang notabene merupakan salah satu jalur yang dilewati oleh bus PO Harapan Jaya rute Jakarta - Blitar . Dengan demikian apabila saya naik bus, saya bisa turun sangat dekat rumah (1 km dari rumah). 
Sementara, jika saya naik kereta api, stasiun terdekat dari rumah saya adalah Stasiun Madiun yang jaraknya sekitar 40 km. Akses dari stasiun ke rumah pun cukup sulit terutama untuk keluar dari stasiun menuju kota Ponorogo. 

Jika naik pesawat, karena di se-eks Karesidenan Madiun ini zona militer pesawat terbang dan pastinya saya nggak bisa mendarat di Lapangan Udara Iswahyudi, bandara yang memungkinkan ada di Adi Sumarmo, Solo atau Juanda, Surabaya. Kedua bandara ini lumayan jauh (5-6 jam) apabila diakses dari rumah di Ponorogo.

Tempat Pemberangkatan juga Dekat


PO Harapan Jaya memiliki banyak pool/agen yang tersebar di berbagai lokasi di Jabodetabek. Beruntungnya, salah satu pool  yaitu di Grogol, Jakarta Barat letaknya sangat dekat dengan kos saya yang ada di Tomang. Jaraknya tidak sampai 3 kilometer.

Jika saya naik kereta, memang lokasinya juga tidak terlalu jauh dari kos. Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen cukup mudah dijangkau. Namun tidak sedekat pool bus Harapan Jaya tadi.

Sementara jika saya naik pesawat, tidak perlu diceritakan lagi kalau ke Bandara Soetta pastinya jauh dan ribet. Ke Bandara Halim pun juga relatif jauh dari kos. 

Fasilitas-nya Lebih Nyaman


Salah satu hal yang kurang saya sukai jika naik kereta api adalah “anyep”. Bukan anyep AC nya maksudnya. Tetapi anyep yang saya maksud disini adalah tidak mendapatkan service apa-apa yang mengisi perut alias tidak mendapat makanan. Padahal perjalanan naik kereta api cukup lama juga. Saking anyepnya saya terkadang berharap kereta telat lebih dari sekian jam biar bisa dapat kompensasi snack(biasanya malkist) sesuai peraturan terbaru. :)

Sementara jika saya naik bus Harapan Jaya, saya bisa mendapat service makan 2 kali sepanjang perjalanan. Walaupun rasa makanannya bisa saya bilang lebih sering so.. so.. , tapi lumayan lah daripada anyep sama sekali.

Dari segi fasilitas sarana, entah mengapa saya merasa jika kursi bus jauh lebih nyaman. Dengan harga yang lebih murah daripada kelas ekonomi non-pso, bisnis atau eksekutif kereta api, kursi bus Harapan Jaya sudah reclining seat dengan legroom lumayan, konfigurasi 2-2 , selimut, bantal, colokan cas, bagasi lebih luas, toilet, hiburan dangdut sepanjang perjalanan serta kepastian menghadap depan (bosen naik K3 017 dapat kursi menghadap belakang terus).

Beda Waktu Tempuh / Perjalanan Tidak Terlalu Besar


Bus Harapan Jaya berangkat dari pool di Grogol pukul 2 siang dan tiba di Ponorogo pukul 4 pagi. Sehingga total perjalanan adalah sekitar 14 jam. Jika ditambah dengan perjalanan dari kos saya ke pool dan juga tempat berhenti ke rumah di Ponorogo, waktu yang saya habiskan tidak sampai 14,5 jam. 

Bus-bus malam seperti ini melewati Tol Trans Jawa (yang sudah selesai) sehingga waktu tempuhnya relatif cepat. Memang sih, naik bus berpotensi terkena macet, tapi saya rasa macetnya nggak bakal lama-lama juga kalau tidak ada kejadian luar biasa seperti tragedi Brexit. Lagian saya pulang dalam kondisi santai / tidak terburu-buru.

Jika saya naik kereta, yang paling cepat Bangunkarta misalnya, kereta berangkat pukul 3 sore dan saya akan tiba di Stasiun Madiun pukul 00.30. Waktu tempuhnya sekitar 9,5 jam saja emang, namun dari stasiun ke rumah saya akan memakan waktu 1-2 jam sendiri. Belum lagi jika saya tiba tengah malam seperti itu, saya akan bingung naik apa selanjutnya. Alhasil harus nyusahin orang rumah juga buat jemput ke Madiun.

Naik pesawat memang cepat, perjalanan Jakarta – Solo atau Jakarta – Surabaya biasanya sekitar 1 jam saja. Namun perlu diingat, kalau dari Jakarta ke bandara, check in hingga pesawat lepas landas sendiri bisa memakan waktu 3-4 jam. Belum lagi dari bandara ke rumah yang bisa memakan waktu tempuh 4-6 jam. Alhasil, menurut saya, naik pesawat ini bakalan nggak cepat-cepat banget juga. Selain itu bakalan ribet gonta-ganti transportasi apalagi kalau barang bawaan banyak.

Harga-nya Lebih Murah


Harga tiket bus Harapan Jaya dari Grogol, Jakarta Barat hingga Ponorogo adalah sebesar Rp250.000,-. (Desember 2017) Harga tiket ini tentunya masih lebih murah daripada pesawat LCC, kereta kelas eksekutif, bisnis, eksekutif ataupun ekonomi non-pso  sekalipun. 

Memang sih ada alternatif yang jauh lebih murah seperti kereta ekonomi pso Brantas atau GBMS yang tiketnya sekitar Rp84.000 sampai Rp104.000,- saja, namun dari segi kenyamanan sangat tidak saya rekomendasikan. Kereta seperti ini baru cocok jika perginya rame-rame agar tidak bosen dan kikuk dengan kanan, kiri dan depan belasan jam. 

Kesimpulan


Banyak orang yang masih underestimate dengan naik bus untuk perjalanan jauh. Padahal pelayanan naik bus untuk beberapa PO sudah membaik tidak seperti yang dibayangkan dulu. Jika dipikir-pikir kembali terkadang opsi naik bus adalah opsi yang paling tepat. Bagi saya, dari semua pertimbangan di atas, terutama kedekatan tempat berhenti dengan rumah, kepraktisan serta fasilitas makan yang di dapat, opsi naik bus Harapan Jaya dari Jakarta ke Ponorogo adalah pilihan yang terbaik.